Abu Nawas dalam Tim
Ada sebuah cerita menarik dari buku yang saya baca SCRUM (2017)

By IT Media Jatayu 16 Feb 2018, 10:03:29 WIBMarketing

Abu Nawas dalam Tim

Keterangan Gambar : Ilustrasi Abunawas by google


Seperti yang saya bilang beberapa waktu lalu, saya selalu memasukkan orang-orang yangberbeda dengan saya: kemampuan, pandangan, dll untuk bekerja sama dalam sebuah pekerjaan bersama.

Lalu, ada yang bertanya, "mengapa seperti itu, Mas?" saya tidak memiliki sebuah jawaban, namun cerita yang saya baca di buku tersebut mewakili jawaban atas pertanyaan tersebut....

Anda tentu akrab dengan nama Abu Nawas, bukan? Si pembuat onar dari sudut pandang kerajaan. Orang jujur yang menguak sesuatu hal dengan apa adanya. Saya menyebutnya si tolol-bijak.

Si tolol-bijak ini adalah orang-orang yang suka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak enak atau mengungkapkan kebenaran yang pahir di dengar. Orang seperti ini adakalanya menjadi rekan kerja yang tidak menyenangkan, bukan? Malah biasa dibilang, pencari gara-gara, tidak solider, tapi justru bagi saya, orang demikian harusnya dipelihara dan dibina.

Begini alasannya, ada sebuah cerita berjudul, Pakaian Baru Raja

Di sebuah kerajaan, ada seorang raja yang suka bergonta-ganti pakaian, bahkan hampir setiap dua jam ia mengganti jubahnya. Sehingga, setiap kali ada orang yang hendak menghadapnya, ia harus menengok terlebih dulu ke ruang ganti pakaian.

Suatu hari, sejumlah penipu mendatangi raja dan bersumpah bahwa mereka memiliki kain rahasia yang saking indahnya hanya bisa dilihat oleh orang-orang bijak. 

Lalu penipu-penipu itu minta benang sutera paling bermutu, tapi mereka memasukkan benag sutera tersebut ke sakunya dan hanya menenun udara. 

Suatu hari, raja mampir menengok perkembangan jubah yang sedang dibikin para penipu itu, dan ternyata tidak melihat apa-apa.

Teringat bahwa kain tersebut hanya bisa dilihat oleh orang yang berhati bijak, raja memuji-muji kain buatan para penipu tersebut, "kain itu kain terindah yang pernah saya lihat!"

Dia mananyai penasihat dan prajuritnya, mereka pun setuju dan bilang bahwa kain itu luar biasa indah. Mereka semua ingat bahwa kain tersebut hanya bisa dilihat oleh orang bijak.

Saat pakaian jadi, para penipu tidak memakaikan apa apa kepada raja tersebut.  Tapi para pembantu dan penasihat, semua memuji-muji pakaian (khayalan) yang dipakai oleh raja. Akhirnya raja memutuskan untuk berparade keliling kota untuk memamerkan jubah barunya yang menurutnya dan orang-orang seisi kerajaan paling indah.

Tak seorang pun bilang bahwa raja sedang berjalan keliling kota dengan telanjang, sebab para rakyat tak ingin dikira macam-macam. Arak-arakan terus maju di jalan dengan gagah. 

Sampai ada seorang anak kecil berceletuk, "Kasihan baginda Raja, ia telanjang bulat begitu!" Mula-mula si anak ayah tersebut menyuruhnya untuk diam, tapi orang-orang mulai bisik-bisik sampai berteriak, "Raja telah telanjang bulat!"

Sekalipun sang raja dan orang istana takut jika itu benar, mereka tetap melanjutkan parade tersebut. Para pembantunya tetap mengikuti sambil memegang ekor jubah khayali sang raja.

Dalam cerita di atas, si  anak kecil tersebut adalah si tolol-bijak, orang yang bisa melihat bahwa kebenaran menurut orang banyak semata merupakan ilusi bersama, dan sang raja sesungguhnya tidak berpakaian. Jadi kalau kita memiliki rekan kerja atau bawahan mirip si Tolol-Bijak seperti ini, patut dipertahankan malah dirangkul.

Tanpa teman saya yang berperan seperti anak kecil tadi, saya akan bekerja seenaknya, berbuat seenaknya, dan menggerakkan tim semau saya -- sesuai dengan apa yang saya anggap benar.

Satu tim harus menghadapi kenyataan yang mungkin tidak ingin dilihat. Tapi untungya, kemudian tim selalu bermusyawarah, dan bekerja dengan sebuah metode yang membuat satu-sama lain nyaman dan saling membangun.

SO, apa yang diinginkan oleh tim Anda? Seperti apa bangunan yang ingin dibangun? Semua tergantung tim sendiri...

Apakah melihat kenyataan meski pahit didengar dan dilihat, tapi segera berubah dan berbuat sesuatu untuk perubahan yang positif?

Hehehe.... sekadar share cerita dan refleksi yang saya dapat dari buku yang telah saya baca.. saya kira isinya bagus,


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

LiveZilla Live Chat Software

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pengembangan manakah yang ingin anda dahulukan ?
  Maps Data Warga
  Data Warga
  Android

Komentar Terakhir