Back to homepage

Visi dan Misi

  
 
 Visi: GARUDA, NYIGAR JERU DADA, yakni berjuang memerangi nafsunya sendiri sehingga patuh dan tunduk dijadikan kendaraannya hati nurani ruh dan rasa, pada kesadaran jiwa feqir, kuat kebutuhan untuk memproses diri dapatnya kembali kepada Tuhannya dengan selamat jika sewaktu-waktu masa pakai jasad habis di dunia.

 Misi :

  • Gerakan ber-Jamaah Lil-Muqorrobin, yakni ke dalam, membangun kesadaran jamaah dalam perilaku penghambaan yang mempersiapkan diri dengan niat, tekad dan tujuan keselamatan, dengan cara-cara methode berperilaku islam (selamat), supaya didekatkan oleh Allah Sendiri untuk didekatkan menjadi hamba yang dikasihi.
  • Gerakan “Uzlah” “topo ing tengahing praja” dengan perilaku uswah budi darma, respek, tanggap dan Peduli Operasional.
  • Uswah, perilaku ketaatan pada sikap dan perilaku keteladanan menjalankan penghambaan terhadap Tuhan, sehingga amal perbuatan dan aktifitas berdunianya menjadi nilai ibadah.
  • Budi, membangun terwujudnya kesadaran dan mengembangkan pola berpikir sebagai hamba, berpikir positif, kreatif, inovatif yang akan membentuk kepribadian berjati diri yang serasi, selaras dan seimbang diterapkan dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat dan bertata negara.

 

Darma:

 

  • Membangun, menjaga, mengembangkan dan meningkatkan kehidupan di lingkungan masyarakat, keharmonisan interaksi komunikasi dan bersosial bermasyarakat yang baik--pemberdayaan sosial masyarakat lingkungan, saling menghargai, saling menghormati, saling memaklumi. Perbedaan dalam ranah kehidupan; perbedaan faham, perbedaan keyakinan, perbedaan adat-istiadat, budaya dan perbedaan agama tidak menghalangi dalam interaksi membangun masyarakat yang harmonis, kuat dalam berpartisipasi membangun dan mengembangkan serta peningkatan kesatuan dan persatuan NKRI.
  • Membangun, menjaga, mengembangkan dan meningkatkan budaya belajar pada wawasan, ilmu pengetahuan, teknologi dan alat (tools) media teknologi–pemberdayaan  sumber daya alam dan sumber daya alat-alat dan penerapannya pada lingkungan masyarakatnya.
  • Membangun, menjaga, mengembangkan dan meningkatkan kehidupan spiritual di lingkungan masyarakatnya dengan sikap perilaku selamat, uswah keteladanan perilaku spiritual–secara fitrah bahwa asal hakekat fitrah manusia dari Fitrah Allah Piyambak, gerakan aktifitas lahiriyah dalam menjalani kehidupan berdunia diorientasikan pada fitrah kemanusiaan ini. Sehingga perilaku yang dibangun adalah dalam kesadaran penghambaan manusia kepada tuhannya, dan sadar bahwa manusia tempat salah, kurang dan dosa, pandai mengadili diri sendiri, pandai mengoreksi diri sendiri, pandai mengalah, demi keselamatan lahir dan batin, dunia dan akherat. Sehingga akan terus memperbaiki watak, sifat dan perilaku keselamatan dalam keimanan (islami).

 

TUJUAN keorganisasian JATAYU:

 

  • JATAYU Mendorong terwujudnya masyarakat yang “war rabbun ghafur” masyarakat yang penuh dengan ampunan Allah.
  • Membangun pola dan tatanan yang sehat dan amanah (PTSA) dalam kehidupan besosial, bermasyarakat.
  • JATAYU mendorong terwujud dan terjaganya kesatuan dan pesatuan.
  • Meningkatkan skill dan ketrampilan serta jiwa wirausaha.
  • Terwujudnya bangunan kebersamaan, kekeluargaan, keguyubrukunan, dan gotong royong.
  • Memiliki perilaku respek (saling menghormati, saling menghargai, saling memaklumi); tanggap (menggali dan mendorong serta berpartisipasi), peduli operasional (memiliki langkah-langkah membaiki keadaan situasi, suka membantu, suka menolong, gotong royong).
  • Berpartisipasi kepada pemerintah NKRI, baik langsung ataupun tidak langsung dalam membangun dan mendorong terwujudnya kader-kader yang memiliki moral dan jiwa sosial yang tinggi.
  • Ikut berpartisipasi menyampaikan kebenaran dalam beragama yang penuh dengan kedamaian, keselarasan dan toleransi.
  • Membangun sikap perilaku keteladanan budi darma di tengah-tengah masyarakat. 

 

PROGRAM: yang akan ditindaklanjuti dalam pertemuan musyawarahan ORGANISASI JATAYU.

 

  •  Membangun dan meningkatkan dan optimalisasi komunikasi yang komunikatif.
  • Membangun dan meluaskan jejaring, kemaslahatan.
  • Melakukan penataan administrasi dan manajeman.
  • Membuat pedoman standar operasional PTSA sesuai dengan bidang garap.
  • Membuat aktifitas dan kegiatan yang dapat membangun kebersamaan dan kekeluargaan.
  • Membuat dan memperbaiki data jamaah secara berkala per-tiga bulan sekali.
  • Kontrol dan evalusi program pemberdayaan peduli operasional.
  • Peningkatan SDM, terutama dalam perilaku uswah, budi, darma.
  • Peningkatan SDA dan sumber daya-sumber daya yang relevan dengan visi, misi dan tujuan organisasi. 

 

Tegakkan Addiin. 42.Asy-Syura 13
 
Sungguh tegakkan Addiin (perilaku ketaatan hamba) dengan tidak berpecah belah didalamnya (didalam menjalankan tatanan ibadah yang Mahdhoh dan yang Ammah/Ghoiru Mahdhah).


Manusia sebagai pemelihara 5. Al Maa'idah 32

Sesungguhnya, barang siapa yang membunuh seseorang bukan karena pembunuh atau bukan karena merusak di bumi maka, bagaikan telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang menghidupi/memelihara seseorang maka bagaikan telah memelihara kehidupan seluruhnya. 

Perintah Makmurkan Bumi. 11.Huud 61
 
Dia yang telah menjadikan kamu dari bumi (lahir di bumi, hidup di bumi, makan minum dibumi, beraktifitas di bumi, dan mati di bumi) (diperintahkan) kamu sebagai pemakmurnya didalamnya maka mohon ampunlah kepada-Nya (Allah) kemudian selalu bertaubatlah supaya dapat kembali kepada-Nya. Sungguh Tuhanku dekat (RahmatNya) lagi memperkenankan (bagi mereka yang bersungguh-sungguh).


IMAM JATAYU 

Moh Dzoharul Arifin Alfaqiri Abdullah Munawwar 

(Kyai Tanjung)