Menciptakan Keluarga Sehat Melalui Pelatihan Kemandirian Pangan
Pelatihan Kemandirian pangan

By Media Tanjung 03 Okt 2019, 23:39:36 WIB

Menciptakan Keluarga Sehat Melalui Pelatihan Kemandirian Pangan

Keterangan Gambar : Kemandirian Pangan Nusantara Bangkit


NGANJUK- Kamis, 19 September 2019 Pondok modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda) menyelenggarakan workshop bertajuk Pelatihan Kemandirian Pangan Keluarga Sehat. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung JATAYU lantai 3 Pomosda, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai daerah. Peserta yang datang tidak hanya dari sekitar Nganjuk, ada juga peserta yang datang dari  luar kota seperti Kediri, Pacitan, bahkan dari luar Pulau Jawa seperti Aceh, Jambi, hingga Lampung.

Kegiatan ini memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan lahan sela untuk memproduksi bahan pangan mandiri agar tercipta keluarga sehat.Tujuannya tentu untuk belajar bertanam organik dengan teknik modern seperti vertikultur. Bapak Kiai Tanjung, pimpinan Pomosda, menyampaikan dalam sambutannya tentang paradigma beragama. Bahwa beragama itu tidak hanya sebatas menjalankan ritual ibadah saja seperti salat, zakat, puasa, dan haji. Beliau menjelaskan bahwa beragama itu luas sekali cakupannya. Menjalankan kehidupan sehari-hari sebaik-baiknya seperti bertani, berdagang, mengajar, menjalankan tugas melayani masyarakat juga bagian dari beragama.

Selain itu salah satu poin penting yang dibahas adalah mengenai pentingnya makanan sehat untuk generasi bangsa. Makanan yang sehat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak bahkan sampai pada kepribadiannya. Perilaku anak yang sulit dikendalikan salah satu penyebabnya berasal dari makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Makanan dan minuman instan yang mengandung pengawet sintetis, penguat rasa, pemanis buatan, dan bahan lainnya apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan merusak organ dalam tubuh. Selain itu juga berdampak pada karakter seperti mudah marah, tidak sabar, dan sebagainya.

Pelatihan yang dilaksanakan sehari penuh ini diisi oleh tutor yang ahli di bidangnya yang berasal dari tim Jamaah Warga Tani (JAWATAN). Kegiatannya terbagi dalam dua sesi, yaitu pagi untuk penjelasan teori dan sore untuk praktik. Materi yang disampaikan antara lain pemanfaatan lahan sela dengan vertikultur, pemanfaatan sampah keluarga, dan budi daya ikan lele. Sedangkan praktik di sore hari diantaranya adalah pembuatan vertikultur, pencampuran komposisi media tanam, dan pembuatan fermentasi limbah rumah tangga (Felita).  Hal ini membuat peserta merasa puas karena bisa mempraktikkan langsung materi yang sudah didapatkan. Jadi tidak hanya sebatas teori atau wacana.

Kegiatan ini sukses menyerap antusiasme dari peserta , bahkan mereka tidak sabar ingin segera mempraktikkan apa yang mereka dapat dari kegiatan ini ketika kembali ke rumah. Salah satunya adalah Bapak Imam Haromain, salah satu peserta yang berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah, Kikil, Arjosari, Pacitan ini mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan ini. "  Kegiatan seperti ini bagus sekali, banyak ilmu baru tentang pertanian yang saya dapatkan. Saya jadi terdorong untuk tahu apa saja yang disampaikan oleh pemateri, dan saya juga tertarik  tentang bagaimana ilmu bertani yang benar dan amanah sehingga apa yang dihasilkan oleh bumi menjadi barokah. Di pelatihan ini saya mendapatkan semuanya. "  Rencananya saya akan memperaktikkan ilmu yang saya dapat selama mengikuti pelatihan ini di rumah dan di pondok tempat saya mengabdi. Setelah berhasil nanti minimal apabila ada orang yang bertanya mengenai apa yang saya tanam dan pentingnya kemandirian pangan untuk  keluarga yang sehat saya dapat menjawab.  Saya juga berharap agar tali silaturahmi dengan Pomosda tetap terjalin," Lanjutnya.

Selain dari luar Pomosda, peserta dari kegiatan ini juga berasal dari SMA Pomosda. Salah satunya adalah Septi. Santri kelas XII ini mengaku senang sekali mengikuti kegiatan ini. Gadis manis ini mengungkapkan bahwa dia mencatat ada tiga hal penting yang didapatkan dalam pelatihan ini. Yang pertama adalah membangun mindset yang benar tentang beragama. Kini wawasannya menjadi terbuka bahwa membaca ayat-ayat nyata yang ada di sekeliling kita juga merupakan perintah Tuhan yaitu memakmurkan bumi-Nya. Kedua, pengolahan tanah dan tanaman yang benar. Di pelatihan ini dijelaskan tentang bahayanya penggunaan pupuk kimia bagi kesuburan tanah. Lebih lanjut diajarkan pula pembuatan dan penggunaan pupuk organik sehingga tidak merusak unsur hara tanah. Ketiga, bahwa bertani adalah pekerjaan yang mulia apalagi bertani dengan cara-cara yang sehat dan amanah. Alasannya karena petani yang menyediakan bahan makanan untuk dikonsumsi oleh semua orang. Dengan bahan makanan yang sehat, seseorang dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari.  Kini dia tidak ragu lagi untuk menjadi petani modern. "Seneng banget kalau ada kunjungan seperti ini. Selain pondoknya  jadi ramai, saya juga mendapat banyak kenalan baru, terus bisa bertukar pikiran dengan peserta lain. Intinya saya mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru,"tandasnya.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment