Perangkat Desa Canggu Melakukan Pelatihan Kemandirian Pangan di POMOSDA
Kemandirian Pangan

By Media Pomosda 31 Jul 2019, 23:44:41 WIBPertanian

Perangkat Desa Canggu Melakukan Pelatihan Kemandirian Pangan di POMOSDA

Keterangan Gambar : Dok. Pawarta Jatayu


POMOSDA- Seluruh Perangkat Ds. Canggu, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto Melakukan Pelatihan Kemandirian Pangan di Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa Tanjunganom Nganjuk.

Pada kegiatan ini, dikuti sebanyak 70 peserta. 45 terbagi ibu-ibu PKK dan RPL (Rumah Pangan Lestari). Dan 15 perangkat desa serta tim PPL Desa Canggu pada hari Senin, 23 Juli 2019

Secara resmi kegiatan tersebut dibuka oleh Bapak Kiai Tanjung selaku pimpinan POMOSDA (Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa). Dalam sambutannya beliaupun menjelaskan bahwa "Kemandirian pangan dapat dibentuk di sekitar sekeliling kita. Tidak perlu lahan yang luas, namun kebutuhan dapur tercukupi itu sudah lebih dari cukup".

Ungkapnya beliau juga mempertegas bahwa bercocok tanam juga bernilai ibadah. Karena memberdayakan seluruh potensi diri diolah dan dikembangkan secara baik, supaya terampil dalam mengelola garapan duniawi, ini merupakan ibadah.

Selanjutnya sambutan kedua dari Bapak Sujipto, Kepala Desa Canggu, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto selaku ketua pelaksana rombongan peserta pelatihan kemandirian pangan dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada para peserta pelatihan "Kemandirian pangan dalam lingkup keluarga memang butuh digalakkan ke masyarakat, khususnya desa canggu. Sebab, hal ini dapat menekan biaya belanja dapur dan berpola hidup sehat untuk kesehatan tubuh".

Dalam kegiatan kemandirian pangan tersebut, terbagi menjadi tiga sesi. Pemberian materi, simulasi pelatihan dan fieldtrip. PTSA, kemandirian pangan, hortikultura sehat dan beras sehat menjadi materi utama pada kegiatan tersebut.
Agus Kurniawan atau Gusjem selaku Koordinator BKT (Bina Kerabat Tani) juga pengisi materi kemandirian pangan mengungkapkan, kesehatan akan tercipta ketika apa yang kita makan dapat kita perhatikan. Tentunya, harus mengerti asal-muasalnya, cara perawatan, cara pengolahan pasca panen dan juga cara perlakuan pemupukan. Gusjem menegaskan "Tanah yang baik hanya ada dua syaratnya yaitu gembur dan subur. Gembur menunjukkan ada sebuah porositas pada tanah atau tanah tidak terlalu padat. Ada proses ekologi pada tanah yang menyeimbangkan ekosistem. Subur menjadi syarat tanaman bertumbuh dengan baik. Sehingga jika gembur dan subur disatukan maka akan menjadi sehat. Dikatakan sehat yakni tanah mengandung mikroba kompleks, yang akan terjadinya sebuah siklus rantai makanan yang saling ketergantungan" tegasnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan praktek pembuatan media tanam, pembuatan pot vertikultur dan acara terakhir filedtrip kemandirian pangan di lingkungan sekitar Pomosda.

Mengingat Pangan merupakan hal mendasar bagi kelangsungan hidup manusia. Sebagai kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Tak heran jika permasalahan pangan sangat sensitif bila ada ketidakseimbangan antara produksi dan pasar. Akibatnya, ketimpangan akan mempengaruhi laju indeks harga yang melejit tinggi. Adanya terobosan pemanfaatan lahan sela ini akan dapat menjadi solusi yang efektif ketika komoditas mengalami kenaikan harga.

#Sebarkankebaikananda
#Sedulursinorowedi
#NusantaraBangkit



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment