POLA TANAM SEHAT DAN AMANAH (PTSA)
PTSA

By 02 Mar 2016, 10:44:19 WIBPTSA

POLA TANAM SEHAT DAN AMANAH (PTSA)

Keterangan Gambar : Sumber Gambar: https://dianiazalia.files.wordpress.com/


POLA TANAM SEHAT DAN AMANAH (PTSA) (Bagian-1)

 

POLA sebagai kerangka berpikir dan kerangka kerja bagi mereka yang memiliki orientasi yang diwujudkan mulai dari niatan yang ditetapkan; dan tekad semangat berdunia guna me-Mahasucikan Keberadaan Diri Dzatullah; serta tujuan keselamatan. Pola sebagai kerangka dasar dalam membangun kesadaran manusia dan kemanusiaan seutuhnya: Terbuka; kemunikatif; mencari informasi, mengolah informasi dan mendistribusikan informasi; lapang dada; musyawarahan; berani mengakuai kekurangan diri dan berani mengakui kelebihan orang lain, membangun kebersamaan dan kekeluargaan membangun kesatuan dan persatuan dan berkepedulian dalam mahabbah bi rouhillah; keberanian menanggalkan ego dan nafsu ke-akuan demi pembelajaran hakekat jati diri, lapis inti manusianya, walau tetap dalam sikap hati-hati dan kewaspadaan, bahkan sikap tegas dengan pembiaran atau penafian, sampai pada bentuk tindakan, namun bukan didasarkan kepada kepentingan nafsu dan kebencian, iri, dan dengki, kepada mereka yang jelas-jelas memusuhi, menghalangi dan merusak proses membangun kesadaran kemanusiaan dalam diri, kesadaran diri kembali kepada Tuhannya.

  Kebutuhan terhadap TATANAN sistematika kerja yang bekerja, berorientasi pada nilai-nilai keselamatan hidup dalam kehidupan dunia dan akherat, yang lahiriyah dan yang batiniyah. Tatanan lahir sebagai tatanan syareat dan tatanan batin sebagai tatanan hakekat. Dengan laku “fastabiqul khoirot” pelaksanaan dalam menjalalankan Perintah Allah dan Utusannya yakni mengumpulkan syareat dan mengumpulkan hakekat. Yang di dalam warga jamaah Gerjalibin yang Ahli Syatoriyah sebagai DHAWUH GURU WASITHAH. Menjalankan Dhawuh Guru Wasithah mengumpulkan syareat dan mengumpulkan hakekat.

SEHAT adalah hal-hal yang memiliki variabel: unsur, faktor dan elemen yang berpengaruh terhadap kondisi, situasi pada sisi fisik. Kemudian memperhatikan, merencanakan, mengantisipasi: serta faktor yang berpengaruh pada; cuaca, dan iklim; kemudian juga pada elemen-elemen pembentuk peningkatan dan kemajuan pada; kegiatan, aktifitas, benih, alam, lingkungan dan manusianya.

AL-AMANAH sangat berkaitan terhadap penerimaan keberadaan Rasul dengan Risalah kerasulan; Risalah Al-Kitab, Risalah Al-Hikmah, dan Risalah An-Nubuwah.

Amanah “sesungguhnya” sangat berkaitan erat dan langsung berkaitan dengan “keberagamaan” dalam makna ad-diin, yakni perilaku sehari-hari dalam “persaksian” MengadaNya Dzat Tuhan Yang Al-Ghayb, sebagai tempat bergantung, tempat memohon, tempat kembali, yang pada saat belum terlahirkan ke dunia telah di persaksikan atas mengadaNya Diri Tuhan, “alastu birabbikum” semua menjawab, qaluu balaa syahidna” iya kami bersaksi. Supaya dalam Ad-diin inilah maka, Allah mengutus utusanNya supaya hamba mengalami persaksian kembali. Utusan Sebagai ahladzdzikr; sebagai pembawa berita gembira; sebagai Cahaya yang menerangi, sebagai nadziron, sebagai al-hadi sebagai “penyeru” mengumandangkan “adzan” mengenai Keberadaan Al-GhaybNya Tuhan Yang ber-Asma Allah. Sehingga kesungguhan dan ikhtiyar jihadunnafsi dalam aktifitas kegiatan berdunia yang dijalani diorientasikan mulai dari niat, tekad dan tujuan  keselamatan lahir dan keselamatan batin menuju kebahagian dan ketentraman yang sesungguhnya.

Al-Amanah sangat berkaitan langsung dengan kesadaran seseorang terhadap asal mula penciptaannya; yang lahir atau jasad dari tanah, dari bumi, dari air yang hina; dan yang batiniyah yang terdiri dari hati, ruh dan inti manusia yakni rasa. Dan berkaitan dengan pemrosesan diri saat sewaktu-waktu masa pakai jasad habis dapat kembali kepada Tuhannya, dan  dalam kehidupan berdunia untuk subhanaka.

Semuanya akan berada dalam amanah manakala di islamkan dalam pengertian diselamatkan, dicerahkan, disandarkan, disatukan, sehingga akan terus berusaha berikhitiyar memerangi nafsunya sendiri-sendiri untuk ditundukkan dijadikan kendaraan hati nurani, ruh dan rasa kembali kepada Tuhannya hingga sampai. Serta berkaitan dengan kesadaran tempat kembali-Nya, adalah Diri Dzatullah Yang Al-Ghayb Yang Allah NamaNya, Keberadaan DzatNya Yang Al-Ghayb untuk dapatnya dikenali didalam rasa hati hamba, dan dicintai dan diingat-ingat didalam hati nuraninya.

Amanah dalam menegakkan keadilan; dengan membangun dasar taubat, sadar penghambaan, sadar sebagai feqir, membangun dan meningkatkan kesadaran diri dengan; evaluasi diri, koreksi diri, dirinyalah tempat salah, kurang dan dosa, pembelajaran menjadi seseorang yang pandai mengadili diri sendiri; jugah membangun dan meningkatkan rasa kekeluargaan, musyawarahan, kekompakan, kebersamaan, keguyubrukunan, persatuan dan kesatuan, membangun dan meningkatkan keselarasan, keseimbangan dan keserasian.

Amanah dalam menegakkan rasa sosial kemasyarakatan (juga dibaca berjamaah); pembelajaran sebagai “ummat yang satu, asal dari diri yang Satu, menuju kepada Yang Maha Satu” Ya... Diri Tuhan Sendiri. keterikatan mahabbah bi rouhillah membangun komunikasi yang komunikatif; saling menghargai, saling menghormati, saling memaklumi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, saling puji-pinuji, saling lindung-melindungi, saling nasehat menasehati, dan Keberanian menerima nasehat.

Amanah dalam menegakkan janji murid;  amanah dalam menegakkan addiinullah, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar

QS. Al Ahzab 72

Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat (“persaksian” dan proses diri pada keselamatan dengan risalah al-kitab, alhikmah dan annubuwah)  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah (“persaksian” dan proses diri pada keselamatan dengan risalah al-kitab, alhikmah dan annubuwah) itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Al-a’raf 62

 "Aku sampaikan kepadamu Risalah kerasulan (sebagai amanat) Tuhanku dan Aku memberi nasehat kepadamu. dan Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui". 

(http://gusjemb.blogspot.co.id)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment